Ternyata
Semuanya Indah
Pagi yang cerah membuat Lena semangat untuk menyambut hari
pertama di SMA.
“Mah, nametag yang
kemaren di taro dimana?”teriak Lena menyambut pagi yag cerah itu.
Itu udah di
masukin di tas kardusmu.Cari dulu baru tanya”jawab ibu Lena
“Oh iya mah ada deh”jawab Lena malu.Karena
banyak sekali yang harus di bawa untuk MOS hari pertama,Lena jadi sedikit
keteteran.Mulai dari topi,tas nametag,ikat pinggang yang semuanya terbuat dari
kardus belum lagi rambut Lena yang harus di kuncir 2 menggunakan pita warna
merah putih sampai kaos kaki yang berbeda warna.Itu semua membuat Lena benar2
merasakan menjadi anak SMA karena MOS ini.
“Gimana ya rasanya SMA apa bener yang orang
bilang kalau masa SMA masa yang paling membahagiakan atau sebaliknya jadi masa
yang paling menyedihkan ?”tiba-tiba saja pertanyaan itu muncul dalam pikiran
Lena
“Lena,udah jam berapa nih?Masa hari pertama
MOS terlambat”teriak mamah dari luar rumah yang sekaligus menyadarkan ku dari
lamunan tadi
“Iya mah ini udah mau berangkat.Dadah mamah
berangkat ya” Lena
pun menyalakan motor dan pergi sekolah.
Saat Lena memasuki halaman sekolah ternyata
sudah banyak sekali murid yang datang. Lena pun langsung memparkirkan motor di
halaman dan langsung mengambil HP
“Fa,lu dimana gue udah nyampe nih cepat ya
gue tunggu di parkiran.”cepat-cepat Lena kirim pesan itu kepada satu-satunya
teman yang Lena kenal di sekolahnya.
“Heh…kenapa lu sms gue orang gue tadi di
kantin.Gak ada temen ya?”tiba-tiba suara itu mengagetkan Lena dari arah
belakang.
“Untung aja lu cepet datang.Iyalah gak ada
temen kan cuman lu yang gue kenal dodol”jawab Lena sambil memukul bahu Syifa
Tiba-tiba terdengar bunyi pengumuman yang mengharuskan setiap siswa-siswi
baru yang akan mengikuti MOS berkumpul di lapangan.Akhirnya semua siswa berkumpul
di lapangan.
Setelah selesai membagi kelas seluruh siswa
di suruh masuk kedalam kelasnya masing-masing dan di damping oleh kakak PK(pendamping
kelas).Lena pun hanya berduaan saja dengan Syifa teman yang sudah di kenalnya
dari SMP.Mereka membicarakan apapun yang mereka bisa bicarakan untuk mengisi
waktu luang mereka.Sambil mengobrol Lena memperhatikan teman yang ada di
sekitarnya.Muka mereka tampaknya tidak bersahabat semua.Kebanyakan dari mereka
berasal dari sekolah yang sama yaitu SMP Harapan.Mereka seperti sudah 1 genk
apalagi ada siswi yang udah berani nyolot terhadap kakak kelasnya.Lena hanya bisa
melanjutkan percakapannya dengan Syifa dan akan seterusnya berdua dengan Syifa,piker
Lena setelah mengamati teman-temannya.
Saat itu seluruh siswa di suruh untuk
mendapatkan tanda tangan para kakak PK dan OSIS.Ada 1 kakak yang akan
memberikan tanda tangannya jika mereka membuat burung-burungan dari origami.Saat
itulah ada beberapa temen Lena yang minta di ajarin membuat itu kepada Syifa.Dan
dari situ Lena tidak hanya berduaan saja di kelas.Mereka mempunyai teman baru
lagi.
Hari pun terus berjalan Lena sudah mulai mengenal
tapi Lena merasa tidak nyaman dengan semuanya dengan suasana baru dengan teman-teman baru.Teman-teman yang
hanya berteman dengannya karena jasa origami Syifa.Lena pun jarang di ajak
berkumpul untuk main,ngobrol atau pun hanya sekedar untuk bercanda.jika bukan
Lena yang menyodorkan diri untuk bergabung Lena hanya dianngap sebagai patung
pajangan yang hanya diletakan dipojokkan rumah agar terlihat berisi ruangan
rumah itu. Lena pun teringat oleh Yolanda sosok sahabatnya di SD cepat-cepat
Lena mencari HP
“Yolanda….
L”lena pun mengirimkan pesan kepadanya
“Kenapa sayang?Ada apa dengan sekolah
barumu?”Tanya Yolanda kepada Lena
“Kok kamu tau sih.Iya nih kayanya masa SMA
ku bakal jadi masa yang menyedihkan.Aku hanya berharap kuat ngejalaninnya
sampai 3 tahun kedepan”Lena pun menceritakan semua perasaannya semua yang telah
dialaminya.Dia berharap bisa menemukan sosok seperti Yolanda sahabatnya yang
tidak pernah membuat dirinya seperti obat nyamuk bahkan hanya sebagai patung
pelengkap
“Kok ngomong gitu sih mungkin kamu belum
terbiasa aja sama suasana yang baru belum bisa menyesuaikan diri”katanya bijak
“Hem…mungkin aja kaya gitu tapi kalo gak
kalo emang iya gimana?”balas Lena dengan putus asa
“Yah kamunya aja belum ngejalanin udah
bilang gitu.Omongan doa loh”jawabnya sambil terus menyemangati Lena
“Eh,tapi baru kaya gini aja udah seperti
ini.Iya sih bener kata kamu kita kan belum ngejalaninnya”Lena pun mencoba
mendengerkan nasihat sahabatnya itu walaupun didalam benaknya dia tidak
sepenuhnya bisa menghilangkan pikiran bahwa nanti dia akan melewati hal yang
tidak menyenangkan di SMA.
Hari pun tetap terus berjalan tidak ada
yang tau bagaimana hari depan begitu pun dengan Lena.Tidak tau seberat apakah
hari yang akan dia lewati nantinya.Rasanya Lena
tidak ingin melewati 3 tahun ke depan. Lena takut menjalaninya,dengan
semua pikirannya yang seperti itu yang terus membayanginya,terus menghantui
pikirannya,menggerogoti seluruh tubuh dan jiwanya.Tapi apa daya Lena,ia hanya
bisa berserah kepada Tuhan penciptanya,yang telah menyediakan masa
depannya.Lena hanya bisa berbuat apa yang sekarang ia bisa lakukan dengan
sebaik-baiknya dan apapun yang terjadi di depannya nanti ia hanya bisa
menerimanya meskipun dengan cucuran air mata.
Hari-hari yang di lewati kebanyakan anak cewe
SMA jaman sekarang pasti membahas tenteng sosok cowo,begitu pun dengan
teman-teman Lena. Lena pun mencoba untuk bisa bergabung dengan enjoy bersama
mereka.Sampai saat inipun ia masih tidak tau apakah mereka menemaninya tulus
atau karena ada apa-apanya hanya untuk membutuhkannya jika mereka ada
perlu.Atau karena Lena lumayan berprestasi atau juga karena Lena sekarang
merupakan anggota OSIS.
“Lena,lia,vivi,rara,syifa…”panggil rina dari
bangku tempat dudknya dengan suara isak tangis
“Kenapa?”Tanya kami semua sambil
menghampiri rina
“Tapi jangan bilang siapa-siapa ya.Cukup kalian
yang tau”jawabnya masih dengan suara tangisan
“Iya tenang aja”jawab Lena.Ia pun merasa
aneh dan juga kaget mendengar Rina temannya itu memanggilnya.Selama ini ia
merasa ia tidak pernah dianggap teman tapi sekarang ia bukan hanya diajak ikut
bergabung untuk mengobrol tapi Rina menceritakan
semuanya.Rina baru saja mengalami putus cinta dan ternyata
pacarnya itu selingkuh,dia tidak mau orang lain tau agar tidak ada gossip-gosip
tentang mereka.Dan di saat itu Lena benar-benar menyadari bahwa teman-temannya
mau terbuka dengannya dan menjadikan Lena orang yang bisa mereka percayai.Lenapun
sekarang bisa mempercayai bahwa mereka benar-benar menganggap Lena sebagai
teman bahkan sahabat mereka.Semua keraguan bahkan ketakutan yang selama ini
dipikiran Lena pun menghilang dengan begitu saja seperti terbawa oleh
angin,sahabat-sahabat yang ia punya sekarang yang membawa semua keraguan dan
ketakutanya.Sahabat-sahabatnya itulah yang menjadi angin itu.
“Woy,kok jadi lu yang termenung begitu”teriak
syifa mengagetkannya
“Terharu gue”jawab Lena dengan sedikit
tertawa
“Yaudahlah sekarang lu ambil hikmahnya
aja.Lagi pula masih ada kita kok yang gak bakal ninggalin/ngehianatin lu”kata
Lia sambil mengelus-ngelus pundak rina
“Iya bener tuh kan masih ada kita.Itulah
gunanya sahabat”jawab Lena.Jawaban yang mewakilkan perasaan dari hatinya dan
membuat air matanya menetes.Dan mereka semua berpelukan.
Siang itu setelah bel berbunyi aku pun
langsung membereskan meja.
“Woy rapat sekarang cepetan!”teriak Wawan
yang juga anggota OSIS sambil memukul bahu Lena
“Iya pak bawel amet bentar napa hem dasar
seksi repot”jawab Lena meledeknya karena dialah orang yang pling ribet di OSIS
mungkin karena dia tidak mau OSIS angkatan sekarang kinerjanya hancur dan
sepertinya dia harus menjadi kandidat calon ketua OSIS tahun depan.
Aku pun berpamitan sama teman-teman ku
untuk rapat.Saat aku sudah samapi ternyata sudah banyak yang berkumpul baik
OSIS maupun ketua ekskul.Saking penuhnya aku pun hanya di luar.Aku pun juga
males mengikutinya gak banyak yang aku kenal,bahkan hampir semua ketua ekskul
aku tidak tahu bahkan belum pernah melihatnya karena factor mereka kelas 11
sepertinya.Atau aku yang kurang bersosialisasi karena hanya di dalam kelas.
“Lena kamu anak teater kan?”Tanya seorang
kakak kelas yang aku kenal tapi hanya sekedar tau nama saja.Dia bernama kak
Vano
“Eh iya kak”jawab Lena sedikit masih
bingung dan tidak menyangka
“Kata bu Evi besok ada pergelaran teater
yang anak teater di suruh nonton biar belajar.Kamu bisa gak?”
“Eh gak tau juga deh kak.Yaudah ntar aku
kabarin lagi deh”
“Yaudah.Usahain bisa ya”
“Oiya mau aku kabarin lewat mana?”jawab
Lena bingung karena ia tidak tahu harus mengabarinya lewat apa karena dia hanya
sekedar tahu saja nama kakak kelas itu.Itu juga dia tau dari temannya yang
mengikuti ekskul yang dipimpin loeh kaka kelas itu,bahkan ia tidak tahu nama
lengkapnya bagaimana dengan no HPnya.
“Haha,oiya ini kamu catet ya no kakak”seperti
bisa menerawang pikiran Lena dia pun menyebutkan nomornyanya satu persatu dan
Lena segera menyimpannya HP Lena
Kemudian mereka langsung mengikuti rapat
tersebut sampai selesai. Lena pun masih tidak percaya dengan kejadian tadi dia
sampai nyimpen no kakak kelas selain dari anggota OSIS bahkan kakak kelas cowok
yang lumayan sering diomongin oleh teman-temannya.Haripun sudah sore matahari
sudah kembali ketempat peristirahatannya dan semua anggota OSIS sudah
bersiap-siap untuk pulang akhirnya Lena pun pulang dengan membawa rasa masih
tidak percayanya.
Membuat gantungan kunci dari manik-manik
membuat hari ini terasa lebih melelahkan dari hari kemaren yang seharian di
sekolah hanya dengan rapat yang sangat membosankan. Sampai-sampai membuat Lena terbaring
lelah di kasur tanpa mempedulikan keadaan perlengkapan untuk membuat gantungan
tadi yang masih berserakan dilantai kamarnya dan tanpa di sadari itu sudah
terjadi dari beberapa jam lalu.
“Hah?! Udah jam segini”teriak Lena ketika
melihat HP menunjukan pukul 5 sore
“Kenapa teriak sih?emang ada apa?ada janjian
sama siapa”Tanya mamah dengan muka yang aneh
“Eh… enggak apa apa kok mah.Tadi tuh di
suruh guru untuk nonton teater tapi udah telat”jawabku cepat-cepat agar mamah
tidak mikir yang aneh-aneh
“Oh gitu.Lagian kalo kamu pergi juga mau
pulang jam berapa?pulang sendirian rumah jauh kamu kan cewek”begitulah nasehat
yang selalu di sampaikan mamah mungkin karena aku anak terakir cewek yang di
milikinya
“Iya mah kan ini gak pergi”jawabku singkat
Cepat-cepat aku mengambil HP dan mengirimi
pesan
“Kak maav ya tadi aku gak bisa ikut gak di
ijinin mamah pergi.Karena pulangnya sendirian malam hari jadi gak boleh “
“Iya gak apa-apa kok dek.Benerlah kata
mamah kamu gak boleh cewe pulang sendirian”balasnya menasehati Lena untuk kedua
kalinya
“Hem iya kak tapi kan gak malem-melem
banget paling jam 6an udah selesai”bantah Lena
“Haha dasar anak sekarang ya”dia hanya
tertawa melihat tingkah Lena yang seperti itu
“Iya tau deh yang tua mah.Oiya kakak tadi
pergi?”Tanya Lena sambil meledeknya
“Haha kakak juga gak pergi kok”jawabnya
Akhirnya mereka terus melanjutkan
percakapan itu.Mereka pun bercanda, mengobrol tentang apa saja yang mau mereka
bahas. Dan itu membuat Lena merasa sudah mengenalnya lama.
Malam
belakangan ini Lena selalu menunggu kehadirannya. Lena selalu menyelesaikan
tugasnya dengan segera dan siap memegang HP di kamar menununggu getaran HP.
“Adek lagi apa?”1 kalimat yang membuatnya
tersenyum yang telah menunggu beberapa saat
“lagi bales sms kakak”jawab Lena sambil
tertawa
Mereka pun melanjutkan obrolan mereka yang
kemarin dan terus mencari topic jika sudah selesai bahasan sebelumnya.Tak
terasa hari sudah teralu larut
“Kamu gak tidur dek?”tanyanya
“Eh,gak bisa tidur kaka”dalam hati Lena sebenarnya
tidak mau mengakiri percakapan ini dan kebetulan memang belum ngantuk
“Gak bagus loh tidur malem-malem”jawabnya
menasehati sekaligus membuat Lena senang karena di perhatikan.
“Iya kak tapi kalo emang belum ngantuk
gimana dong?”Tanya Lena sok lugu
“Heh dasar kamu nih.Yaudah kalo gitu kakak
doain ya supaya kamu bisa tidur”dan dia
pun mendoakan Lena dan Lena hanya bisa tersenyum senang karena perhatian yang
diberikannya dan juga sosoknya yang dimata Lena sangat baik
“Makasih ya kakak.Mudah-mudahan bisa tidur
ya akunya”jawab Lena
“Iya dong kan udah di doain.Yaudah selamat malam
cepet tidur ya”balasnya dan mengakhiri percakapan malam itu.
HP Lena pun kembali bergetar sperti malam
kemarin dan malam-malam sebelumnya menandakan ada sms yang masuk.Cepat-cepat ia
buka sms itu seperti anak kecil yang baru mendapatkan lollipop
“Hai,lagi apa?gak bosen kan kalau di smsin
seperti ini kan?”tanyanya
“Gak kok kak gak akan pernah bosen di tanya
apa lagi yang nanyanya kaya gini gak akan bosen”jawab Lena spontan
“Haha jadi malu nih kakak”jawabnya
singkat tapi membuat Lena juga menjadi malu
“Jiah ada-ada aja nih kakaknya”usaha Lena
untuk menetralkan suasana
“Iya emang ada aja nih.Sama kaya malem ini
ada sesuatu nih”jawabnya yang membuat hati Lena sedikit deg-degan
”Emang ada apa?setau ku kalo malem pasti
gelap”Tanya Lena polos menutupi perasaannya agar tidak terlihat terlalu
berharap lebih dengan jawaban yang akan diberikannya
“Coba kamu liat keluar”balasnya singkat
“Emang ada apa kak?”Tanya Lena sambil
berjalan keluar
“Udah liatkan?”balasnya
“Gak ada apa-apa kak”jawab Lena bingung
“Masa sih?Padahal tadi kakak udah nyuruh
awan&bintang menemani tidur kamu”seketika Lena merasa ini berada di sebuah
kisah romance di novel-novel
“Ah,kakak bisa aja nih yah tapi kan belum
ada.Aku gak perlu awan dan bintang aku perlu orang yang nyuruhnya.”jawab Lena
spontan
Beberapa menit kemudian Lena melihat terus
HP tapi masih sama tidak ada satu pun sms.Banyak pikiran yang mendatanginya
saat itu. Jangan-jangan ada yang salah dengan kata-katanya tadi,kata-kata itu
keluar dengan sendirinya tak ada yang menginginkannya begitupun dengan Lena.Tapi
kenapa Vano harus jadi seperti itu tidak membalasnya???Apa karena dia
menganggap Lena benar-benar mengingininya dan dia tidak mau itu terjadi.Ah
mungkin dia ketiduran kali,cepat-cepat Lena mencoba untuk tidak menghiraukan
pendapatnya yang pertama.Tapi kan baru jam segini mana mungkin,kembali muncul
pikiran tersebut.
“Maav ya kak tadi
sms ku mungkin membuat kaka sedikit terganggu.Lupain aja ya kak sms ku yang
itu.”cepat-cepat Lena kirim sms itu.Tapi Vano tetap tidak membalas.Dan itu
membuat Lena menjadi membenarkan pikirannya bahwa memang dia gak mau Lena
benar-benar mengingininya.Vano hanya menganggap teman dan Lena lah yang salah
mengartikannya.Tak terasa ada awan kesedihan meliputi hati Lena dan tiba-tiba
awan itu meneteskan hujan di pipinya.
Pagi ini terasa
ada sesuatu yang berubah yang berbeda dari Lena.Meskipun ia tetap terlihat
bercanda,tertawa lepas seperti yang ia biasa lakukan dengan
sahabat-sahabatnya,tetapi tetap ada yang terasa hilang,hampa,kosong di dalam
hati Lena.Ia benar-benar merasakan kehilangan,sesuatu yang pergi dari sisinya
terbawa oleh angin tapi kali ini bukan seperti hal keraguan/ketakutan yang
dibawa pergi oleh angin,tapi ini sesuatu yang tidak ia harapkan untuk dibawa
pergi oleh angin itu,yaitu Vano sosok yang telah mengisi hari-harinya mungkin
yang sudah mengisi bagian di hatinya.Sekarang ia hanya berharap jika memang ini
adalah jalan yang harus dilewatinya,ia hanya berharap sesuatu yang telah hilang
darinya tidak usah kembali muncul di hadapannya walau pun hanya sekedar lalu
lalang seperti angin ia benar-benar tidak mau berurusan kembali dengan hal yang
sama yang memang harus pergi. Tapi semuanya bertentangan sepertinya Tuhan tidak
mengijinkan hal itu tiba-tiba kakak kelas Lena yang bernama Neta datang.
“Dek gue mau
curhat deh.’katanya pada Lena menarik tangannya untuk duduk di halaman depan
kelasnya.
“Iya cerita
aja.Pasti gak jauh-jauh dari mantan lu kan kak?”jawab Lena sambil tertawa
meledek
“Heh,dasar lu dek…Eh
ngeselin tuh kakak pujaan hati lu masa gue mau pinjem alat buat praktek eh katanya ketinggalan di lab”jawabnya
balik meledek Lena
“Siapa?” Lena
hanya membalas singkat dan kata-kata kak Neta barusan memberikan sebuah keteguhan
dari semua kegundahannya.Meskipun Lena sudah menganggap kak Vano telah
menghilang pergi darinya tapi hati kecilnya masih berharap itu semua mimpi
buruk yang tidak benar-benar terjadi.Dan Lena tau kini memang kak Vano tidak membalas bukan
karena tak ada pulsa/ ketiduran Lena hanya tertegun tak bisa berkata apa-apa
sampai kak Neta bercerita panjang lebar Lena hanya bisa terdiam.
“Woy,kenapa lu
dek” kak Neta menepuk bahu Lena
“Eh,enggak apa-apa
kok”jawab Lena benar-benar terkaget
“Yaudah gue masuk
kelas ya kak”buru-buru Lena masuk kelas cuman berharap mendengar tentangnya
untuk yang terakir kalinya dan tidak akan berkaitan dengannya kembali.
Melihat
teman-teman Lena bahagia dengan kisahnya masing-masing Lena pun ikut senang.Tapi
tak bisa di tutupi Lena pun sedih sepertinya hanya dialah yang sedih diantara
mereka .Rasanya baru Lena merasakan kebahagian kenapa harus hilang secepat itu.
Lena tak bisa menyalahkan keadaan/siapapun mungkin memang seperti ini.Cuman
hanya bisa ikut bahagia dalam kebahagian orang lain.
Menyibukkan diri salah satu cara untuk bisa
melupakkan seseorang.Itu kata-kata yang selalu di bilang orang.Tapi gak gampang
buat yang ngelakuinnya.Coba have fun bareng temen sampe belajar masak di dapur
yang kayanya mustahil buat mama,tetep masih ada rasa kehilangan yang sangat.
Sampai suatu saat
bel istirahat berbunyi seperti biasanya tiba-tiba terdengar dari arah tangga
“Lena …kamu marah
ya?”Tanya kak Vano sambil di ikuti sseorang cewek yang berjalan di belakangnya
memgang lengan baju kak Vano untuk menyamai langkah kak Vano
“Gak kok”jawab Lena
judes dan sambil mempercepat langkahnya
“Jangan marah
dong”katanya sambil melepaskan genggaman cewek itu dan akhirnya cewek itu tetap
berjalan menaiki tangga tidak mengikuti Vano kembali.Dan Vano pun berusaha
menyetop langkah Lena
“Kalo di bilang gak
yah gak”dengan nada membentak dan suara yang sudah mulai serak seperti orang
sudah mau nangis
Dia pun menarik
tangan Lena dengan lembut untuk duduk di bawah tangga
“Kamu jangan
bohong.Tau gak kakak itu gak bales karena gak ada pulsa bukan karena apa-apa”dia
menjelaskan kepada Lena dengan pelan-pelan
“Bohong.Sms kak
Neta bisa di bales ya”jawab Lena dengan lebih keras dan suaranya terasa seperti
suara orang menangis
“Dengerin aku”
katanya sambil ia menarik tangan Lena di pegangnya tangan Lena dan Lena pun
menatapnya dengan berkaca-kaca
“Kamu gak percaya
sama kakak?silakan kamu liat HP kakak kalo perlu kamu pegang kartu
kakak”kemudian dia mengeluarkan HPnya
“Gak usah
kak”jawab Lena pelan tak terasa air matanya menetes.Mendengar kesungguhan kak
Vano.
”Kenapa nangis?Gak
baik ah cewek secantik kamu nangis cuman karena kakak”Dia pun mengusap air mata
Lena.
“Lagian kakaknya
bikin aku mikir macem-macem sih.Aku berharap emang kalo kaka menjauh dariku aku
gak usah ketemu kakak lagi”jawab Lena dengan suara sendu
“Siapa yang bilang
sih kakak menjauh dari kamu.Jadi sebenernya tadi gak mau ketemu kakak
nih?yaudah kakak pergi deh”tanyanya sambil sedikit meledekku
“Hem,iya kan kalo
gak ketemu gak bakal kaya anak TK gini mewek”bales Lena meledek kembali
“Tau gitu kakak
tadi keatas aja bareng temen kakak yang tadi”jawabnya
“Yaudah sana
gih.Seneng banget tuh kalo tadi bisa keatas bareng sambil dipegang”jawab Lena
menyindir
“Itu cuman temen
kok dek.Gak bakal kakak bolehin lagi deh dia megang kakak.”
“Pegang aja gapapa
ngapain takut sama aku”jawab Lena sedikit gerogi dan salting(salah tingkah)
Bel pun berbunyi
kembali menandakan waktu belajar harus kembali di mulai.Aku kembali kekelas
dengan senyuman di pipiku.
Getaran HP membangunkan ku dari tidur siangku.Cepat-cepat
ku buka sms di HP ku
“Tirza,lagi
apa?Kakak udah ada pulsa nih?sms yang membuat mata Lena benar-benar melek
“Tumben kak isi
pulsa emang ada apa?”ledek Lena
“Kan buat
kamu”katanya
“Emang ada uang
apa?”ledek Lena lagi
“Sebenernya gak,ini
juga boleh ngutang dari temen kakak.”jawabnya polos dan membuat Lena
benar-benar terharu tak bisa berkata apa-apa
“Jadi gak enak nih
tapi seneng sih”jawab Lena benar-benar seperti anak kecil yang tidak tau
malu.Wajar sifat Lena sperti itu karena ia memang anak terakhir dan lumayan
cukup dimanja oleh kakak perempuannya.
Lena merasa bahagia sekali dengan semuanya,sekarang ia sudah
punya sahabat-sahabat yang benar-benar bia ia percayai yang bukan hanya ada
saat membutuhkan dirinya dan di tamabah seseorang yang telah mengisi
hari-harinya semakin indah yang tidak jadi hilang di bawa pergi oleh angin. Serasa
mendapatkan 1 kaki lagi yang membuat lengkap agar tubuh Lena bisa berdiri tegap
untuk menjalani kisahnya di SMA ini.”TERNYATA SEMUANYA INDAH………”ucap Lena dalam
hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar