kumpulan crita

Ternyata Semuanya Indah
       Pagi yang cerah membuat Lena semangat untuk menyambut hari pertama di SMA.
       “Mah, nametag yang kemaren di taro dimana?”teriak Lena menyambut pagi yag cerah itu.
       Itu udah di masukin di tas kardusmu.Cari dulu baru tanya”jawab ibu Lena
“Oh iya mah ada deh”jawab Lena malu.Karena banyak sekali yang harus di bawa untuk MOS hari pertama,Lena jadi sedikit keteteran.Mulai dari topi,tas nametag,ikat pinggang yang semuanya terbuat dari kardus belum lagi rambut Lena yang harus di kuncir 2 menggunakan pita warna merah putih sampai kaos kaki yang berbeda warna.Itu semua membuat Lena benar2 merasakan menjadi anak SMA karena MOS ini.
“Gimana ya rasanya SMA apa bener yang orang bilang kalau masa SMA masa yang paling membahagiakan atau sebaliknya jadi masa yang paling menyedihkan ?”tiba-tiba saja pertanyaan itu muncul dalam pikiran Lena
“Lena,udah jam berapa nih?Masa hari pertama MOS terlambat”teriak mamah dari luar rumah yang sekaligus menyadarkan ku dari lamunan tadi
“Iya mah ini udah mau berangkat.Dadah mamah berangkat ya” Lena
pun menyalakan motor dan pergi sekolah.
Saat Lena memasuki halaman sekolah ternyata sudah banyak sekali murid yang datang. Lena pun langsung memparkirkan motor di halaman dan langsung mengambil HP
“Fa,lu dimana gue udah nyampe nih cepat ya gue tunggu di parkiran.”cepat-cepat Lena kirim pesan itu kepada satu-satunya teman yang Lena kenal di sekolahnya.
“Heh…kenapa lu sms gue orang gue tadi di kantin.Gak ada temen ya?”tiba-tiba suara itu mengagetkan Lena dari arah belakang.
“Untung aja lu cepet datang.Iyalah gak ada temen kan cuman lu yang gue kenal dodol”jawab Lena sambil memukul bahu Syifa
Tiba-tiba terdengar bunyi  pengumuman yang mengharuskan setiap siswa-siswi baru yang akan mengikuti MOS berkumpul di lapangan.Akhirnya semua siswa berkumpul di lapangan.
Setelah selesai membagi kelas seluruh siswa di suruh masuk kedalam kelasnya masing-masing dan di damping oleh kakak PK(pendamping kelas).Lena pun hanya berduaan saja dengan Syifa teman yang sudah di kenalnya dari SMP.Mereka membicarakan apapun yang mereka bisa bicarakan untuk mengisi waktu luang mereka.Sambil mengobrol Lena memperhatikan teman yang ada di sekitarnya.Muka mereka tampaknya tidak bersahabat semua.Kebanyakan dari mereka berasal dari sekolah yang sama yaitu SMP Harapan.Mereka seperti sudah 1 genk apalagi ada siswi yang udah berani nyolot terhadap kakak kelasnya.Lena hanya bisa melanjutkan percakapannya dengan Syifa dan akan seterusnya berdua dengan Syifa,piker Lena setelah mengamati teman-temannya.
Saat itu seluruh siswa di suruh untuk mendapatkan tanda tangan para kakak PK dan OSIS.Ada 1 kakak yang akan memberikan tanda tangannya jika mereka membuat burung-burungan dari origami.Saat itulah ada beberapa temen Lena yang minta di ajarin membuat itu kepada Syifa.Dan dari situ Lena tidak hanya berduaan saja di kelas.Mereka mempunyai teman baru lagi.

Hari pun terus berjalan Lena sudah mulai mengenal tapi Lena merasa tidak nyaman dengan semuanya dengan suasana baru  dengan teman-teman baru.Teman-teman yang hanya berteman dengannya karena jasa origami Syifa.Lena pun jarang di ajak berkumpul untuk main,ngobrol atau pun hanya sekedar untuk bercanda.jika bukan Lena yang menyodorkan diri untuk bergabung Lena hanya dianngap sebagai patung pajangan yang hanya diletakan dipojokkan rumah agar terlihat berisi ruangan rumah itu. Lena pun teringat oleh Yolanda sosok sahabatnya di SD cepat-cepat Lena mencari HP
“Yolanda….  L”lena pun mengirimkan pesan kepadanya
“Kenapa sayang?Ada apa dengan sekolah barumu?”Tanya Yolanda kepada Lena
“Kok kamu tau sih.Iya nih kayanya masa SMA ku bakal jadi masa yang menyedihkan.Aku hanya berharap kuat ngejalaninnya sampai 3 tahun kedepan”Lena pun menceritakan semua perasaannya semua yang telah dialaminya.Dia berharap bisa menemukan sosok seperti Yolanda sahabatnya yang tidak pernah membuat dirinya seperti obat nyamuk bahkan hanya sebagai patung pelengkap
“Kok ngomong gitu sih mungkin kamu belum terbiasa aja sama suasana yang baru belum bisa menyesuaikan diri”katanya bijak
“Hem…mungkin aja kaya gitu tapi kalo gak kalo emang iya gimana?”balas Lena dengan putus asa
“Yah kamunya aja belum ngejalanin udah bilang gitu.Omongan doa loh”jawabnya sambil terus menyemangati Lena
“Eh,tapi baru kaya gini aja udah seperti ini.Iya sih bener kata kamu kita kan belum ngejalaninnya”Lena pun mencoba mendengerkan nasihat sahabatnya itu walaupun didalam benaknya dia tidak sepenuhnya bisa menghilangkan pikiran bahwa nanti dia akan melewati hal yang tidak menyenangkan di SMA.

Hari pun tetap terus berjalan tidak ada yang tau bagaimana hari depan begitu pun dengan Lena.Tidak tau seberat apakah hari yang akan dia lewati nantinya.Rasanya Lena
tidak ingin melewati 3 tahun ke depan. Lena takut menjalaninya,dengan semua pikirannya yang seperti itu yang terus membayanginya,terus menghantui pikirannya,menggerogoti seluruh tubuh dan jiwanya.Tapi apa daya Lena,ia hanya bisa berserah kepada Tuhan penciptanya,yang telah menyediakan masa depannya.Lena hanya bisa berbuat apa yang sekarang ia bisa lakukan dengan sebaik-baiknya dan apapun yang terjadi di depannya nanti ia hanya bisa menerimanya meskipun dengan cucuran air mata.

Hari-hari yang di lewati kebanyakan anak cewe SMA jaman sekarang pasti membahas tenteng sosok cowo,begitu pun dengan teman-teman Lena. Lena pun mencoba untuk bisa bergabung dengan enjoy bersama mereka.Sampai saat inipun ia masih tidak tau apakah mereka menemaninya tulus atau karena ada apa-apanya hanya untuk membutuhkannya jika mereka ada perlu.Atau karena Lena lumayan berprestasi atau juga karena Lena sekarang merupakan anggota OSIS.
“Lena,lia,vivi,rara,syifa…”panggil rina dari bangku tempat dudknya dengan suara isak tangis
“Kenapa?”Tanya kami semua sambil menghampiri rina
“Tapi jangan bilang siapa-siapa ya.Cukup kalian yang tau”jawabnya masih dengan suara tangisan
“Iya tenang aja”jawab Lena.Ia pun merasa aneh dan juga kaget mendengar Rina temannya itu memanggilnya.Selama ini ia merasa ia tidak pernah dianggap teman tapi sekarang ia bukan hanya diajak ikut bergabung untuk mengobrol tapi Rina menceritakan
semuanya.Rina baru saja mengalami putus cinta dan ternyata pacarnya itu selingkuh,dia tidak mau orang lain tau agar tidak ada gossip-gosip tentang mereka.Dan di saat itu Lena benar-benar menyadari bahwa teman-temannya mau terbuka dengannya dan menjadikan Lena orang yang bisa mereka percayai.Lenapun sekarang bisa mempercayai bahwa mereka benar-benar menganggap Lena sebagai teman bahkan sahabat mereka.Semua keraguan bahkan ketakutan yang selama ini dipikiran Lena pun menghilang dengan begitu saja seperti terbawa oleh angin,sahabat-sahabat yang ia punya sekarang yang membawa semua keraguan dan ketakutanya.Sahabat-sahabatnya itulah yang menjadi angin itu.
“Woy,kok jadi lu yang termenung begitu”teriak syifa mengagetkannya
“Terharu gue”jawab Lena dengan sedikit tertawa
“Yaudahlah sekarang lu ambil hikmahnya aja.Lagi pula masih ada kita kok yang gak bakal ninggalin/ngehianatin lu”kata Lia sambil mengelus-ngelus pundak rina
“Iya bener tuh kan masih ada kita.Itulah gunanya sahabat”jawab Lena.Jawaban yang mewakilkan perasaan dari hatinya dan membuat air matanya menetes.Dan mereka semua berpelukan.


Siang itu setelah bel berbunyi aku pun langsung membereskan meja.
“Woy rapat sekarang cepetan!”teriak Wawan yang juga anggota OSIS sambil memukul bahu Lena
“Iya pak bawel amet bentar napa hem dasar seksi repot”jawab Lena meledeknya karena dialah orang yang pling ribet di OSIS mungkin karena dia tidak mau OSIS angkatan sekarang kinerjanya hancur dan sepertinya dia harus menjadi kandidat calon ketua OSIS tahun depan.
Aku pun berpamitan sama teman-teman ku untuk rapat.Saat aku sudah samapi ternyata sudah banyak yang berkumpul baik OSIS maupun ketua ekskul.Saking penuhnya aku pun hanya di luar.Aku pun juga males mengikutinya gak banyak yang aku kenal,bahkan hampir semua ketua ekskul aku tidak tahu bahkan belum pernah melihatnya karena factor mereka kelas 11 sepertinya.Atau aku yang kurang bersosialisasi karena hanya di dalam kelas.
“Lena kamu anak teater kan?”Tanya seorang kakak kelas yang aku kenal tapi hanya sekedar tau nama saja.Dia bernama kak Vano
“Eh iya kak”jawab Lena sedikit masih bingung dan tidak menyangka
“Kata bu Evi besok ada pergelaran teater yang anak teater di suruh nonton biar belajar.Kamu bisa gak?”
“Eh gak tau juga deh kak.Yaudah ntar aku kabarin lagi deh”
“Yaudah.Usahain bisa ya”
“Oiya mau aku kabarin lewat mana?”jawab Lena bingung karena ia tidak tahu harus mengabarinya lewat apa karena dia hanya sekedar tahu saja nama kakak kelas itu.Itu juga dia tau dari temannya yang mengikuti ekskul yang dipimpin loeh kaka kelas itu,bahkan ia tidak tahu nama lengkapnya bagaimana dengan no HPnya.
“Haha,oiya ini kamu catet ya no kakak”seperti bisa menerawang pikiran Lena dia pun menyebutkan nomornyanya satu persatu dan Lena segera menyimpannya HP Lena
Kemudian mereka langsung mengikuti rapat tersebut sampai selesai. Lena pun masih tidak percaya dengan kejadian tadi dia sampai nyimpen no kakak kelas selain dari anggota OSIS bahkan kakak kelas cowok yang lumayan sering diomongin oleh teman-temannya.Haripun sudah sore matahari sudah kembali ketempat peristirahatannya dan semua anggota OSIS sudah bersiap-siap untuk pulang akhirnya Lena pun pulang dengan membawa rasa masih tidak percayanya.

Membuat gantungan kunci dari manik-manik membuat hari ini terasa lebih melelahkan dari hari kemaren yang seharian di sekolah hanya dengan rapat yang sangat membosankan. Sampai-sampai membuat Lena terbaring lelah di kasur tanpa mempedulikan keadaan perlengkapan untuk membuat gantungan tadi yang masih berserakan dilantai kamarnya dan tanpa di sadari itu sudah terjadi dari beberapa jam lalu.
“Hah?! Udah jam segini”teriak Lena ketika melihat HP menunjukan pukul 5 sore
“Kenapa teriak sih?emang ada apa?ada janjian sama siapa”Tanya mamah dengan muka yang aneh
“Eh… enggak apa apa kok mah.Tadi tuh di suruh guru untuk nonton teater tapi udah telat”jawabku cepat-cepat agar mamah tidak mikir yang aneh-aneh
“Oh gitu.Lagian kalo kamu pergi juga mau pulang jam berapa?pulang sendirian rumah jauh kamu kan cewek”begitulah nasehat yang selalu di sampaikan mamah mungkin karena aku anak terakir cewek yang di milikinya
“Iya mah kan ini gak pergi”jawabku singkat
Cepat-cepat aku mengambil HP dan mengirimi pesan
“Kak maav ya tadi aku gak bisa ikut gak di ijinin mamah pergi.Karena pulangnya sendirian malam hari jadi gak boleh “
“Iya gak apa-apa kok dek.Benerlah kata mamah kamu gak boleh cewe pulang sendirian”balasnya menasehati Lena untuk kedua kalinya
“Hem iya kak tapi kan gak malem-melem banget paling jam 6an udah selesai”bantah Lena
“Haha dasar anak sekarang ya”dia hanya tertawa melihat tingkah Lena yang seperti itu
“Iya tau deh yang tua mah.Oiya kakak tadi pergi?”Tanya Lena sambil meledeknya
“Haha kakak juga gak pergi kok”jawabnya
Akhirnya mereka terus melanjutkan percakapan itu.Mereka pun bercanda, mengobrol tentang apa saja yang mau mereka bahas. Dan itu membuat Lena merasa sudah mengenalnya lama.
Malam  belakangan ini Lena selalu menunggu kehadirannya. Lena selalu menyelesaikan tugasnya dengan segera dan siap memegang HP di kamar menununggu getaran HP.
“Adek lagi apa?”1 kalimat yang membuatnya tersenyum yang telah menunggu beberapa saat
“lagi bales sms kakak”jawab Lena sambil tertawa
Mereka pun melanjutkan obrolan mereka yang kemarin dan terus mencari topic jika sudah selesai bahasan sebelumnya.Tak terasa hari sudah teralu larut
“Kamu gak tidur dek?”tanyanya
“Eh,gak bisa tidur kaka”dalam hati Lena sebenarnya tidak mau mengakiri percakapan ini dan kebetulan memang belum ngantuk
“Gak bagus loh tidur malem-malem”jawabnya menasehati sekaligus membuat Lena senang karena di perhatikan.
“Iya kak tapi kalo emang belum ngantuk gimana dong?”Tanya Lena sok lugu
“Heh dasar kamu nih.Yaudah kalo gitu kakak doain ya supaya kamu  bisa tidur”dan dia pun mendoakan Lena dan Lena hanya bisa tersenyum senang karena perhatian yang diberikannya dan juga sosoknya yang dimata Lena sangat baik
“Makasih ya kakak.Mudah-mudahan bisa tidur ya akunya”jawab Lena
“Iya dong kan udah di doain.Yaudah selamat malam cepet tidur ya”balasnya dan mengakhiri percakapan malam itu.

HP Lena pun kembali bergetar sperti malam kemarin dan malam-malam sebelumnya menandakan ada sms yang masuk.Cepat-cepat ia buka sms itu seperti anak kecil yang baru mendapatkan lollipop
“Hai,lagi apa?gak bosen kan kalau di smsin seperti ini kan?”tanyanya
“Gak kok kak gak akan pernah bosen di tanya apa lagi yang nanyanya kaya gini gak akan bosen”jawab Lena spontan
“Haha jadi malu nih kakak”jawabnya singkat  tapi membuat Lena juga menjadi malu
“Jiah ada-ada aja nih kakaknya”usaha Lena untuk menetralkan suasana
“Iya emang ada aja nih.Sama kaya malem ini ada sesuatu nih”jawabnya yang membuat hati Lena sedikit deg-degan
”Emang ada apa?setau ku kalo malem pasti gelap”Tanya Lena polos menutupi perasaannya agar tidak terlihat terlalu berharap lebih dengan jawaban yang akan diberikannya
“Coba kamu liat keluar”balasnya singkat
“Emang ada apa kak?”Tanya Lena sambil berjalan keluar
“Udah liatkan?”balasnya
“Gak ada apa-apa kak”jawab Lena bingung
“Masa sih?Padahal tadi kakak udah nyuruh awan&bintang menemani tidur kamu”seketika Lena merasa ini berada di sebuah kisah romance di novel-novel
“Ah,kakak bisa aja nih yah tapi kan belum ada.Aku gak perlu awan dan bintang aku perlu orang yang nyuruhnya.”jawab Lena spontan
Beberapa menit kemudian Lena melihat terus HP tapi masih sama tidak ada satu pun sms.Banyak pikiran yang mendatanginya saat itu. Jangan-jangan ada yang salah dengan kata-katanya tadi,kata-kata itu keluar dengan sendirinya tak ada yang menginginkannya begitupun dengan Lena.Tapi kenapa Vano harus jadi seperti itu tidak membalasnya???Apa karena dia menganggap Lena benar-benar mengingininya dan dia tidak mau itu terjadi.Ah mungkin dia ketiduran kali,cepat-cepat Lena mencoba untuk tidak menghiraukan pendapatnya yang pertama.Tapi kan baru jam segini mana mungkin,kembali muncul pikiran tersebut.
       “Maav ya kak tadi sms ku mungkin membuat kaka sedikit terganggu.Lupain aja ya kak sms ku yang itu.”cepat-cepat Lena kirim sms itu.Tapi Vano tetap tidak membalas.Dan itu membuat Lena menjadi membenarkan pikirannya bahwa memang dia gak mau Lena benar-benar mengingininya.Vano hanya menganggap teman dan Lena lah yang salah mengartikannya.Tak terasa ada awan kesedihan meliputi hati Lena dan tiba-tiba awan itu meneteskan hujan di pipinya.
       Pagi ini terasa ada sesuatu yang berubah yang berbeda dari Lena.Meskipun ia tetap terlihat bercanda,tertawa lepas seperti yang ia biasa lakukan dengan sahabat-sahabatnya,tetapi tetap ada yang terasa hilang,hampa,kosong di dalam hati Lena.Ia benar-benar merasakan kehilangan,sesuatu yang pergi dari sisinya terbawa oleh angin tapi kali ini bukan seperti hal keraguan/ketakutan yang dibawa pergi oleh angin,tapi ini sesuatu yang tidak ia harapkan untuk dibawa pergi oleh angin itu,yaitu Vano sosok yang telah mengisi hari-harinya mungkin yang sudah mengisi bagian di hatinya.Sekarang ia hanya berharap jika memang ini adalah jalan yang harus dilewatinya,ia hanya berharap sesuatu yang telah hilang darinya tidak usah kembali muncul di hadapannya walau pun hanya sekedar lalu lalang seperti angin ia benar-benar tidak mau berurusan kembali dengan hal yang sama yang memang harus pergi. Tapi semuanya bertentangan sepertinya Tuhan tidak mengijinkan hal itu tiba-tiba kakak kelas Lena yang bernama Neta datang.
       “Dek gue mau curhat deh.’katanya pada Lena menarik tangannya untuk duduk di halaman depan kelasnya.
       “Iya cerita aja.Pasti gak jauh-jauh dari mantan lu kan kak?”jawab Lena sambil tertawa meledek
       “Heh,dasar lu dek…Eh ngeselin tuh kakak pujaan hati lu masa gue mau pinjem alat buat  praktek eh katanya ketinggalan di lab”jawabnya balik meledek Lena
       “Siapa?” Lena hanya membalas singkat dan kata-kata kak Neta barusan memberikan sebuah keteguhan dari semua kegundahannya.Meskipun Lena sudah menganggap kak Vano telah menghilang pergi darinya tapi hati kecilnya masih berharap itu semua mimpi buruk yang tidak benar-benar terjadi.Dan Lena tau  kini memang kak Vano tidak membalas bukan karena tak ada pulsa/ ketiduran Lena hanya tertegun tak bisa berkata apa-apa sampai kak Neta bercerita panjang lebar Lena hanya bisa terdiam.
       “Woy,kenapa lu dek” kak Neta menepuk bahu Lena
       “Eh,enggak apa-apa kok”jawab Lena benar-benar terkaget
       “Yaudah gue masuk kelas ya kak”buru-buru Lena masuk kelas cuman berharap mendengar tentangnya untuk yang terakir kalinya dan tidak akan berkaitan dengannya kembali.
       Melihat teman-teman Lena bahagia dengan kisahnya masing-masing Lena pun ikut senang.Tapi tak bisa di tutupi Lena pun sedih sepertinya hanya dialah yang sedih diantara mereka .Rasanya baru Lena merasakan kebahagian kenapa harus hilang secepat itu. Lena tak bisa menyalahkan keadaan/siapapun mungkin memang seperti ini.Cuman hanya bisa ikut bahagia dalam kebahagian orang lain.
      
Menyibukkan diri salah satu cara untuk bisa melupakkan seseorang.Itu kata-kata yang selalu di bilang orang.Tapi gak gampang buat yang ngelakuinnya.Coba have fun bareng temen sampe belajar masak di dapur yang kayanya mustahil buat mama,tetep masih ada rasa kehilangan yang sangat.
       Sampai suatu saat bel istirahat berbunyi seperti biasanya tiba-tiba terdengar dari arah tangga
       “Lena …kamu marah ya?”Tanya kak Vano sambil di ikuti sseorang cewek yang berjalan di belakangnya memgang lengan baju kak Vano untuk menyamai langkah kak Vano
       “Gak kok”jawab Lena judes dan sambil mempercepat langkahnya
       “Jangan marah dong”katanya sambil melepaskan genggaman cewek itu dan akhirnya cewek itu tetap berjalan menaiki tangga tidak mengikuti Vano kembali.Dan Vano pun berusaha menyetop langkah Lena
       “Kalo di bilang gak yah gak”dengan nada membentak dan suara yang sudah mulai serak seperti orang sudah mau nangis
       Dia pun menarik tangan Lena dengan lembut untuk duduk di bawah tangga
       “Kamu jangan bohong.Tau gak kakak itu gak bales karena gak ada pulsa bukan karena apa-apa”dia menjelaskan kepada Lena dengan pelan-pelan
       “Bohong.Sms kak Neta bisa di bales ya”jawab Lena dengan lebih keras dan suaranya terasa seperti suara orang menangis
       “Dengerin aku” katanya sambil ia menarik tangan Lena di pegangnya tangan Lena dan Lena pun menatapnya dengan berkaca-kaca
       “Kamu gak percaya sama kakak?silakan kamu liat HP kakak kalo perlu kamu pegang kartu kakak”kemudian dia mengeluarkan HPnya
       “Gak usah kak”jawab Lena pelan tak terasa air matanya menetes.Mendengar kesungguhan kak Vano.
       ”Kenapa nangis?Gak baik ah cewek secantik kamu nangis cuman karena kakak”Dia pun mengusap air mata Lena.
       “Lagian kakaknya bikin aku mikir macem-macem sih.Aku berharap emang kalo kaka menjauh dariku aku gak usah ketemu kakak lagi”jawab Lena dengan suara sendu
       “Siapa yang bilang sih kakak menjauh dari kamu.Jadi sebenernya tadi gak mau ketemu kakak nih?yaudah kakak pergi deh”tanyanya sambil sedikit meledekku
       “Hem,iya kan kalo gak ketemu gak bakal kaya anak TK gini mewek”bales Lena meledek kembali
       “Tau gitu kakak tadi keatas aja bareng temen kakak yang tadi”jawabnya
       “Yaudah sana gih.Seneng banget tuh kalo tadi bisa keatas bareng sambil dipegang”jawab Lena menyindir
       “Itu cuman temen kok dek.Gak bakal kakak bolehin lagi deh dia megang kakak.”
       “Pegang aja gapapa ngapain takut sama aku”jawab Lena sedikit gerogi dan salting(salah tingkah)
       Bel pun berbunyi kembali menandakan waktu belajar harus kembali di mulai.Aku kembali kekelas dengan senyuman di pipiku.
      
Getaran HP membangunkan ku dari tidur siangku.Cepat-cepat ku buka sms di HP ku
       “Tirza,lagi apa?Kakak udah ada pulsa nih?sms yang membuat mata Lena benar-benar melek
       “Tumben kak isi pulsa emang ada apa?”ledek Lena
       “Kan buat kamu”katanya
       “Emang ada uang apa?”ledek Lena lagi
       “Sebenernya gak,ini juga boleh ngutang dari temen kakak.”jawabnya polos dan membuat Lena benar-benar terharu tak bisa berkata apa-apa
       “Jadi gak enak nih tapi seneng sih”jawab Lena benar-benar seperti anak kecil yang tidak tau malu.Wajar sifat Lena sperti itu karena ia memang anak terakhir dan lumayan cukup dimanja oleh kakak perempuannya.
Lena merasa bahagia sekali dengan semuanya,sekarang ia sudah punya sahabat-sahabat yang benar-benar bia ia percayai yang bukan hanya ada saat membutuhkan dirinya dan di tamabah seseorang yang telah mengisi hari-harinya semakin indah yang tidak jadi hilang di bawa pergi oleh angin. Serasa mendapatkan 1 kaki lagi yang membuat lengkap agar tubuh Lena bisa berdiri tegap untuk menjalani kisahnya di SMA ini.”TERNYATA SEMUANYA INDAH………”ucap Lena dalam hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar