
Vina adalah seorang ibu
yang mempunyai lima orang anak. Ia harus membesarkan anaknya seorang diri
karena suaminya telah meninggal, pada dua tahun yang lalu. Suaminya meninggal
karena terkena penyakit jantung kronis, semua harta yang di milikinya habis
untuk berobat suaminya. meskipun suaminya tetap tidak bisa terselamatkan. Karena
semua hartanya habis termasuk rumah tercinta, ibu serta lima anaknya ini di
beri tumpangan tempat tinggal di rumah saudaranya.
Meskipun tinggal di
rumah saudaranya, ia tetap harus memenuhi kebutuhan hidupnya dan anak-anaknya
tanpa harus berketergantungan dengan saudaranya. Akhirnya ia memilih jalan pintas,
sebagai seorang pengemis demi menghidupi anak – anaknya. Meskipun banyak orang
yang mencemooh pekerjaannya, tetapi ia tetap menjalankan pekerjaan ini.
Ia merasa pekerjaan ini sangat tidak layak,
lain di benaknya terpikir ia ingin sekali mencari pekerjaan lain yang lebih
baik seperti pembantu rumah tangga. Tetapi, tidak ada orang yang mau menerimanya
bekerja karena ia membawa anaknya yang masih kecil. Hanya pekerjaan mengemis
yang dapat mambawa anak dalam bekerja serta dapat sedikit menutupi kebutuhan
sehari – harinya. Saat ia bercerita dengan kami ia berbicara “ yang penting
kerjaan halal bukan seperti mencuri ” begitulah kata vina saat kami menanyakan
mengapa ia memilih pekerjaan mengemis.
Pagi – pagi buta ia
harus bangun untuk menyiapkan kebutuhan anaknya yang akan pergi sekolah, anak
pertamanya yang berumur 14 tahun bersekolah di SMPN 1 Tambun Utara, yang kedua
berusia 9 tahun bersekolah di SDN 1 Sriamur, yang ketiga berusia 6 tahun,
seharusnya 6 bulan ini anaknya yang ketiga sudah bersekolah. Namun, karena
kekurangan biaya ia harus tidak bersekolah. Setelah semuanya selasai ia baru
pergi ke tempat biasanya ia mengemis dengan membawa ketiga anaknya yang belum
sekolah karena tidak ada yang menjaga.
Selama 2 tahun ia
mengemis ibu Vina memiliki pengalaman yang tak terlupakan bahkan menjadi trauma
bagi dirinya. karena ia pernah di coba untuk melakukan wawancara oleh seorang seperti kami. Namun,
keesokan harinya datang polisi untuk merazia dirinya. karena itu ia sempat
takut dengan kami karena ia takut terulang kejadian yang sama.
Kesimpulan :
Teruslah
berusaha dalam melakukan suatu hal apapun, yang berat maupun yang ringan.
Karena semua hasilnya akan dilimpahkan kepada yang berusaha.